15/10/2019

estetika

assalamualaikum wr.wb

A. Pengertian Estetika

Kata estetika berasal dari kata
Yunani aesthesis yang berarti
perasaan, selera perasaan
atau taste. Dalam prosesnya
Munro mengatakan bahwa
estetika adalah cara merespon terhadap stimuli, terutama
lewat persepsi indera, tetapi
juga dikaitkan dengan proses
kejiwaan, seperti asosiasi,
pemahaman, imajinasi, dan
emosi.

Ilmu estetika adalah

suatu ilmu yang mempelajari
segala sesuatu yang berkaitan
dengan keindahan, mempe￾lajari semua aspek dari apa
yang kita sebut keindahan.

istilah estetika berkembang menjadi

keindahan, yaitu usaha untuk
mendapatkan suatu pengertian yang umum tentang karya
yang indah, penilaian kita
terhadapnya dan motif yang
mebdasari tindakan yang menciptakannya.

Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari

obyek, maupun daya impuls
dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya.
Estetika dalam kontek penciptaan menurut John Hosper
merupakan bagian dari filsafat
yang berkaitan dengan proses
penciptaan karya yang indah.
Dari pengertian ini, bila dipahami bahwa estetika adalah
ilmu yang mempelajari kualitas
estetik suatu benda atau karya
dan daya impuls serta pengalaman estetik pencipta maupun penghayat terhadap benda atau karya.

Dari pendapat di

atas dapat disimpulkan bahwa
estetika adalah hal-hal yang
mempelajari keindahan yang
berasal dari obyek maupun
keindahan yang berasal dari
subyek (pengamatan / pencipta). Keindahan yang berasal
dari subyek penciptanya berkaitan dengan proses kreatif
dan fisolofisnya.


Apa alasan orang ingin me￾ngenal estetika?.

Pertama, karena karya-karya
seni dan desain yang alami
maupun yang buatan begitu
berharga sehingga dipelajari
ciri-ciri khasnya demi karya
seni dan desain itu sendiri.

Kedua, ia mesti berpendapat

bahwa pengalaman estetika
(pengalaman mengenai karya
seni dan desain) itu begitu
berharga baik untuk kelom￾poknya maupun masing-ma￾sing anggotanya sehingga
karya seni dan desain itu mesti
dipelajari. Cara mempelajari￾nya: dari sudut pandang apa￾kah kualitas-kualitas karya ini
mencapai tujuan.
Ketiga, mungkin dikira bahwa
pengalaman ini begitu bernilai
pada dirinya sendiri sehingga
membutuhkan pengujian dan
penelitian mengenai kualitas￾kualitas karya seni dan desain
itu.

Keindahan bisa didapatkan dimana

saja, misalnya alam, benda
seni dan desain.

B. Estetika dalam Industri

Grafis Komunikasi
Kesederhanaan belum tentu
jelek, tetapi sebaliknya bisa
jadi menarik. Karya yang menarik tidak harus rumit atau
mewah. Karya yang rumit
biasanya datang dari kese￾derhanaan, tetapi bagaimana
desainer bisa menampilkan
suatu karya yang membuat
orang terheran-heran (punya
greget). Orang kadang tidak
menyangka kalau pengambilan ide yang sederhana yang
datang dari kehidupan sehari￾hari bisa lahir hebat suatu
karya yang luar biasa. Karya
yang hebat akan membuat
reaksi di penghayat (yang
melihat), padahal ide yang
dihadirkan tersebut pernah
dijumpai/dilihat dalam kehidupan sekeliling kita.

Seorang desainer grafis harus bekerja sama dengan

bagian pemasaran, keuangan,
produksi, teknisi, dan bagian
lain. Tugas masing-masing
bagian tersebut menurut Kotler
adalah sebagai berikut:
1. Bagian pemasaran bertu￾gas merencanakan dan me￾masarkan produk-produk yang
akanh dipasarkan, karena
bagian pemasaran merupakan
unit kerja industri yang paling
banyak tahu tentang desain
yang diminati konsumen. Ka￾rena itulah bagian pemasaran
adalah mengumpulkan data
tentang selera pasar yang
layak jual.


2. Bagian keuangan bertugas

menentukan anggaran produksi, yang fleksibel sesuai
kebutuhan dan penetapan
harga produk desain berdasarkan pasar yang dibantu
dengan bagian pemasaran.
3. Bagian produksi bertugas
merencanakan efektifitas dan
efisiensi produk.
4. Bagian teknisi bertugas
memacu produksi dan merekayasa teknologi agar dapat
memproduksi lebih cepat
dengan biaya lebih ringan.
Seorang desainer memang
bukan pelaku utama dalam
melaksanakan tugas produksi,
karena dalam produksi diperlukan peran banyak orang
(unit kerja) untuk mengkasilkan karya yang baik.
Desainer adalah seorang perencana produk desain, na￾mun ia bekerjasama dengan
pelaksana unit kerja jika ia
tidak dapat bekerjasama ia
tidak akan mendapatkan hasil
yang dikehendaki. Desainer
tidak dapat bekerja sendiri bila
desain yang ciptaannya ingin
diterima masyarakat. Desainer
juga harus mengetahui proses, karena setiap proses
merupakan bagian yang vital
dari desain serta secara
langsung merefleksikan sukses atau kegagalan langkah
produksi berikutnya.

E. Nirmana dalam Grafis

Komunikasi
Nirmana dalam desain merupakan strategi atau langkah￾langkah yang harus dilakukan
dalam penciptaan desan grafis
agar menghasilkan karya yang
mempunyai rasa estetik tinggi.
Nirmana merupakan ilmu dasar kedesainan yang mem￾pelajari dasar-dasar desain
mengenai warna, bidang, bentuk, ruang, dengan berbagai
pendekatan kreatif eksperimentatif meliputi komposisi,
irama, harmoni dan sebagainya.
Karya grafis komunikasi harus
memiliki nilai estetika, yaitu
sesuatu yang menyebabkan
suatu bentuk dapat dikenali
sebagai karya desain yang
bernilai. Untuk mencapai hal
tersebut perlu adanya kesa￾tuan, keteraturan, variasi
tatanan, dan komunikatif.
1. Kesatuan
Kesatuan merupakan suatu
cara untuk menggabungkan
dan menyatukan unsur-unsur
visual yang ditata sesuai de￾ngan konsep ide pencipta
dalam desain menjadi bentuk
media grafis. Antara unsur￾unsur tersendiri yang kese￾muanya akan membentuk
wujud sarana informasi visual
yang menjadi kesan satu
kesatuan.
2. Keteraturan
Keteraturan unsur-unsur visual
yang ditata sehingga menjadi
tertata dalam satu bentuk media grafis. Teraturnya tatanan
unsur visual akan membuahkan kesan pandangan yang
bulat dan optimal.
3. Keragaman
Unsur-unsur yang ditata agar
tampak lebih bermakna, tidak
hambar, dan tidak membosankan. Secara keseluruhan,
obyek yang ditampilkan saling
dukung dan saling ngait yang
menguntungkan.
4. Komunikatif
Segi komunikatif pada grafis
komunikasi harus sangat di￾perhatikan. Bila karya kurang
komunikatif, berarti karya
tersebut tidak berhasil, atau
sesuatu yang diinformasikan
kepada kalayak / masyarakat
(audience) tidak akan sampai.
Agar grafis komunikasi bisa
sampai ke kalayak, maka
harus memperhatikan segmen
yang dibidik sebagai sasaran.