18/03/2024

Introduction Digital Marketing dan Online Customer Behavior (DM 1)

 what's it's Introduction Digital Marketing?

Pada pembahasan kali ini kita akan berfokus pada apa dan latar belakang pemasaran digital, serta beberapa model yang digunakan dalam menyusun strategi pemasaran, dan fokus pada penerapannya.

Pemasaran digital telah menjadi bagian penting dari setiap aspek bisnis, mulai dari pengembangan produk hingga hubungan masyarakat dan perekrutan. Meskipun sering disamakan dengan pemasaran online, pemasaran digital mencakup lebih dari itu. Dengan munculnya revolusi media sosial dan peningkatan penetrasi broadband, internet telah mengubah cara konsumen terhubung dan berperilaku. Analytics yang canggih memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang perilaku konsumen secara real-time. Ponsel pintar, tablet, dan aplikasi telah membawa perubahan signifikan dalam interaksi konsumen dengan merek. Oleh karena itu, pemasaran digital bukan lagi sekadar tentang kehadiran online, tetapi tentang pengintegrasian strategis dalam semua aspek pemasaran, termasuk humas, kreativitas, merek, CRM, dan lainnya. Membangun departemen pemasaran digital terpisah menjadi penting, karena integrasi penuh dari awal akan memastikan kesuksesan dalam lingkungan pemasaran yang semakin kompleks ini.

Perubahan teknologi digital, mulai dari internet hingga media sosial, telah mengubah paradigma pemasaran dan bisnis sejak peluncuran situs web pertama pada tahun 1991 (http://info.cern.ch). Dengan lebih dari 3 miliar pengguna internet di seluruh dunia, perilaku konsumen dan strategi pemasaran perusahaan mengalami transformasi yang signifikan. Untuk berhasil di era digital, organisasi memerlukan pemasar dan ahli strategi yang memahami penggunaan media digital seperti web, email, seluler, dan TV interaktif. Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang penerapan pemasaran digital dan bagaimana model tradisional dapat diadaptasi untuk menghadapi perubahan tersebut. Melalui contoh praktis dan praktik terbaik, pembaca akan dibimbing dalam memahami strategi komunikasi online yang efektif untuk memasarkan produk dan layanan organisasi menggunakan berbagai platform digital. Penulis buku menganggap pemasaran digital sebagai bidang yang menarik karena terus menghadirkan inovasi baru, seperti yang ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan seperti Google, yang terus berinovasi dalam layanannya. Tantangan bagi pemasar adalah mengevaluasi inovasi yang relevan dan mengintegrasikannya dengan strategi pemasaran tradisional.

Tahun Ditemukan

Perusahaan / Jasa

Kategori Inovasi

1994

Amazon

Pengecer

1995 (Maret)

Yahoo!

Direktori dan portal

1995 ( September)

eBay

Lelang online

1995 (Desember)

Altavista

Mesin pencari

1996

Hotmail

Email berbasis web

1998

GoTo.com

Overture

Pemasaran pencairan  bayar perrklik pertama yang dibeli oleh Yahoo!

1998

Google

Mesin pencari

1999

Blogger

Platform penerbitan blog

1999

Alibaba

Pasar B2B di bursa Hongkong

1999

MySpace

Formerly eUniverse

Jejaring sosial

2001

Wikipedia

Ensiklopedia

2002

Last.fm

Situs web radio internet dan komunitas musik

2003

Skype

Telepon internet peer-to-peer VOIP (Voice Over Internet Protocol)

2003

Second Life

Pendalaman dalam dunia maya

2004

Facebook

Aplikasi grup jejaring sosial

2005

YouTube

Berbagi dan memberi peringkat video

2006

Paypal

Layanan pemabayaran pertama

2007

iPhone

Apple meluncurkan iPhone

2008

Groupon

Layanan pembelian kelompok berdasarkan penggunaan sertifikat hadiah yang didiskon

2009

Foursquare & Kickstar

Situs medsos berbasis lokasi yang dirancang untuk akses seluler melalui peluncuran

2011

Snapchat

Layanan pesan foto

2012

SmartThings

Layanan yang berhubungan dengan barang sehari hari

2013

Apple iBeacon & CloudTags

Bluetooth hemat energi untuk memberi tahu pembeli tentang barang yang diminati

Masa depan

Inovasi digital dan proporsi bisnis

Inovasi menggerakkan ekonomi digital dan akan terus berlanjut di masa depan



Online Customer Behavior

Pada Indonesia, perilaku belanja online mengalami pertumbuhan yang cepat, terutama karena dampak pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat lebih cenderung untuk berbelanja secara daring. Berdasarkan data, 23 persen dari konsumen yang aktif berbelanja online menyatakan bahwa mereka merasakan pengalaman yang serupa dengan belanja di toko fisik, dan 25 persen dari konsumen yang menggunakan Twitter menyatakan niat mereka untuk terus berbelanja online meskipun toko offline telah dibuka kembali. Mayoritas konsumen online berusia antara 18 hingga 40 tahun dan berasal dari kalangan menengah.

Selama pandemi COVID-19, perilaku belanja online pengguna Twitter meningkat sebesar 38 persen, dan 25 persen dari mereka berencana untuk tetap berbelanja secara online meskipun toko offline telah kembali beroperasi. Konsumen online cenderung membeli berbagai barang, mulai dari elektronik dan peralatan teknologi, buku, tiket, pakaian, hingga kosmetik. Alasan utama di balik belanja online adalah karena harga yang lebih murah, kenyamanan berbelanja tanpa batas waktu dan tempat, efisiensi waktu, serta kemungkinan untuk mendapatkan barang-barang eksklusif.

Perilaku konsumen online memiliki potensi besar untuk menguntungkan organisasi, karena dapat dimanfaatkan untuk pemasaran dan penjualan produk secara daring. Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian online termasuk tingkat kepercayaan terhadap keamanan transaksi, kecepatan koneksi internet, dan respon yang cepat.

Beberapa faktor yang memengaruhi perilaku konsumen online meliputi:

1. Demografi: Generasi yang terbiasa dengan teknologi, seperti milenial dan generasi Z, cenderung lebih akrab dengan penggunaan perangkat pintar dan lebih sering berbelanja secara daring.

2. Kemudahan Akses: Kemudahan dalam proses belanja online, termasuk kemampuan untuk menemukan berbagai produk dari satu perangkat tanpa harus meninggalkan rumah, menjadikan konsumen lebih condong untuk memilih belanja online.

3. Ulasan dan Testimoni: Konsumen cenderung melihat ulasan dari pelanggan sebelumnya untuk memastikan kualitas produk sebelum melakukan pembelian.

4. Promosi dan Diskon: Ketersediaan promo-promo menarik, seperti pengiriman gratis atau cashback, dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih berbelanja secara daring.

5. Opsi Pembayaran: Kemudahan dalam metode pembayaran online, seperti perbankan digital atau pembayaran tunai saat pengiriman, memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi.

6. Kualitas Pelayanan: Pelayanan yang cepat dan efisien dalam proses belanja online juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen.

7. Kepercayaan: Tingkat kepercayaan terhadap situs belanja online merupakan faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan transaksi secara daring.

8. Harga: Biaya yang lebih rendah sering menjadi dorongan bagi konsumen untuk memilih berbelanja secara online dibandingkan dengan toko konvensional.