26/08/2021

teknik pergerakan kamera

1.TEKNIK MENGAMBIL GAMBAR

a. close up

memperlihatkan keseluruhan objek benda atau manusia dari jarak yang dekat.



b. exterme close up

pengambilan gamabr dengan cara memperlihatkan bagian yang sangat detail, seperti bibir atau mata.


c. medium close up atau medium close shoot

teknik pengambilan gambar yang memperliahtkan kepala dan bahu sampai dada bagian atas. (chest shoot)



d. medium shoot

pengambilan gambar yang memperlihatkan kepala sampai pinggang, keseluruhan sebuah benda atau sebagian besar bangunan.



e. long shoot

pengambilan gambar yang memperlihatkan keseluruhan tubuh dari manusia dengan background yang masih cukup luas.



f. one shoot

teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh penata kamera dengan fokus objek terdiri dari satu objek atau satu orang dan juga bisa disetarakan dengan satu binatang.

g. two shoot

teknik untuk merekam dua buah objek dalam satu frame video.

h. group shoot

teknik pengambilan gambar dengan menampilkan tiga orang atau lebih. Tenik ini memeiliki kerumitan tertentu, karena dalam memfokuskan objek secara group shoot sering kali kamera tidak dapat merekam semua aktifitas oleh berbagai objek tertentu.

i. big close up atau big close shoot

dilakukan dengan cara memperlihatkan bebrapa bagian dari wajah, seperti dahi sampai dagu atau hanya memperlihatkan beberapa bagian dari sebuah benda. 

j. medium long shoot

penganbilan gambar yang memperlihatkan bagian kepala sampai lutut seseorang atau sebagian besar dari sebuah bangunan.

k. very wide shoot atau very wide angle

cocok untuk pengambilan gambar sebuah pemandangan yang sangat luas.

l. eye level 

pengambilan gambar yang sejajar dengan mata manusia.

m. height shoot

pengambilan gambar dari tempat yang lebih tinggi dari pada objek.

n. low angle

pengambilan gambar dari arah bawah. sehingga bisa memperlihatkan objek menjadi lebih besar.

o. shoot

shoot adalah munculnya gambar pada layar yang diambil dengan menggunkan kamera dengan jangka waktu tertentu, untuk menghadirkan suasana dramatis.

2. TEKNIK PERGERAKAN KAMERA

a. panning 

pergerkan kamera kamera secara horizontal.

    1. pann right : teknik pergerakan kamera dari kiri ke kanan

    2. pan left : teknik pergerakan kamera dari kanan ke kiri

b. tilting

teknik pengambilan gambar dengan cara menggerakkan kamera mengikuti arah objek secra vertikal.

    1. tilt up : teknik melakukan pergerakan kamera dari bawah ke atas

    . tilt down : teknik pergerakan kamera dari atas ke bawah

c. tracting

pengambilan gambar yang dimulai dengan cara menggerakkan kamera mendekati objek. Apabila pergerakan kamera kedepan menuju objek disebut track in dan sebaliknya.

d. following shoot

teknik pengambila gambar ini dilakukan dengan cara kamera mengikuti kemana objek bergerak. perekaman bisa diikuti dari belakang, dari samping kiri atas kanan maupun dari depan objek itu sendiri.

e. zooming

teknik pengambilan gambar dengan cara memeutar zoom ke kiri dan ke kanan pada lensa kamera ke arah objek berada. apabila arah pemutarannya ke kanan berati mendekatkan objek pada kamera disebut disebur zoom in dan sebaliknya.

    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam teknik pengambilan gambar yaitu :

    1) setiap gerak harus memiliki makana yang mnedukung kelebihan produk atau karakter.

    2) keejlian kamera menampilkan bagian utama dan kelebihan produk atau cara kerja.

    3) urutan terjaga kontinuitasnya.

    4) apabila tidak menggunakan tripod atau penyangga kamera, hindari penggunaan zoom in.

    5) guna memfokuskan objek lakukan zoom in, pastikan objek sudah fokus kemudian zoom out.

3.SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR

a. Dutch angle, pengambilan gambar miring. Biasanya digunakan untuk menggambarkan ketidakstabilan emosi.

b.  Worm angle/mata cacing, yaitu teknik pengambilan gambar di mana kamera persis diletakkan di atas tanah.

c. Crazy angle, yaitu posisi kamera bergerak tidak beraturan.

d. Change focus, mengubah fokus dari satu objek ke objek lain dalam satu frame.

e. Cirde/circular track, yaitu posisi kamera mengitari objek.

f. Side shoot, yaitu posisi kamera merekam dari samping dan mengikuti objek yang berjalan.

 g. Extreme top shoot, yaitu posisi kamera mengambil tepat diatas objek (900).

h. High angle, adalah teknik mengambil gambar dari atas objek.

i. Eye level, adalah teknik mengambil gambar sejajar dengan mata.

j- Lowangle, adalah teknik mengambil gambar dari bawah objek.


09/08/2021

 assalamualaikum wr. wb

Fire adalah siswa smk biasa di sekolahnya, seperti remaja umumnya fire mempunyai idola, fire mengidolakan salah satu ustadz, fire mengenalnya dari salah satu aplikasi video yang sedang viral akhir akhir ini karena sedang pandemi banyak orang yang bosan dan meramaikan alpikasi tersebut. Karena idolanya tersebut fire lebih memperdalam agama, mendekatkan diri kepada allah swt dan mempelancar ujian masuk universitas impiannya.

1.       SCENE I ( INT, pagi, meja belajar di kamar fire, sedang mengerjakan ujian SBMPTN )

Fire : bismillah aku pasti bisa mengerjakan soal soal ini, aku harus mengerjakan nya dengan teliti ( menyakinkan diri dan fokus mengerjakan soal ujian )

2.       SCENE 2 ( INT, siang, rumah fire, hari pengumuman kelulusan ujian SBMPTN )

Fire : bismillah ya allah ( berdoa dalam hati menyakinkan diri ia lulus ditemani orang tua fire )

Fire : ( saat yang ditunggu pun tiba ) bissmillah ( menekan laptopnya dengan menutup mata )

Fire : ( saat membuka mata, fire kaget ) alhamdulillah ( berteriak senang lalu memeluk kedua orangtuanya sambil menangis bahagia )

Ibu fire : alhamdulillah nak kamu lulus, selamat ya nak ( memeluk fire sambil menangis bahagia )

Fire : ( masih menangis dan masih belum bisa menerima bahwa dirinya lulus ujian )

3.       SCENE 3 ( INT, malam, kamar fire,berdoa )

Fire : terima kasih ya allah telah menjawab doa doa ku, aku berjanji aku akan belajar lebih giat lagi demi membahagiakan orang tua ku ( khusyuk berdoa dengan mata berkaca kaca )

4.       SCENE 4 ( EXT, pagi, hari pertama masuk kuliah )

Fire : selamat pagi UGM ( berteriak senang )

Rumi ( teman fire ) : fire ayok kita ke kelasnya nanti telat ( menarik tangan fire sambil berlari )

Fire : ( kaget sambil berteriak ) yaaaaa

( sesampainya di kelas fire dan rumi mencari tempat untuk duduk, tiba tiba fire mendengar suara yang tidak asing, fire mencari sumber suara tersebut dan kaget ternyata..... )

Ustadz Ren : yang baru datang segera cari tempat duduk ya

Fire : rum, ustadz ren!!! ( sambil memegang tangan rumi )

Rumi : mana???

Fire : itu, ituu ( memberi kode kepada rumi )

Rumi : oh

Fire : oh?? Oh doang??

Rumi : kan emang ustadz ren kuliah disini

Fire : hah???

Ustadz ren : karena waktu nya sudah tiba saya mulai kegitan pagi hari ini

5.       SCENE 5 ( EXT, Kampus, selesai kegitan, berjalan pulang )

Fire : rumi kamu kok nggak kasih tahu aku, kalau ustadz ren kuliah disini, aku kan udah lama cerita kalo aku suka ustadz ren ( kesal sambil memukul rumi )

Rumi : lah kamu belum tahu, aku kira kamu kuliah disini tujuannya pengen ketemu ustadz ren, tapi kamu seneng kan bisa ketemu ustadz ren??

Fire : ya seneng banget ( senyum tersipu malu sambil memukul rumi )

Rumi : awww gak usah pukul pukul (kesal) udah ayok pulang aku capek

Fire : okeh ( gembira )

6.       SCENE 6 ( INT, rumah fire )

Fire : rum

Rumi : apaa?? ( fokus main hp )

Fire : gimana yah caranya supaya aku bisa deket sama ustdz ren???

Rumi : inget fir kamu itu bukan siapa siapa nya gak mungkin lah kamu bsa deket sama kak ren, dan inget jangan panggil ustadz ren lagi dia itu kating kita jadi panggilnya kak ren

Fire : ih jahat banget , ya ya aku panggil kak ren kan biar akrab kan

Rumi : ihhh

( tiba tiba hp rumi bunyi ada notifikasi dari grup kampus )

Rumi : tuh lihat hp kamu, doamu di jawab sama allah

Fire : hah apa ??? (kaget)

Rumi : lihat aja cepet

Fire : apa, jangan bikin aku penasaran ah ( sambil mengecek hp nya )

Fire : apa ini kan cuma pembukaan pendaftaran BEM?? (bingung)

Rumi : astagfirullah, gak paham aja nih anak, kan kamu tadi tanya gimana supya kamu deket sama kak ren, nah ikut BEM aja kan kak ren juga ikut, kalau kamu lolos kan jadi deket sama kak ren

Fire : ohhh ya ya kamu pinter juga ya, makasih temen baik ku ( sambil memluk rumi )

Rumi : ya kan aku pinter, udah lepasin jijik tau ( ambil melepaskan pelukan fire )

Fire : yuk daftar bareng yuk ( bersemangat )

Rumi : gak mau ah, kamu aja

Fire : ih ayok lah biar aku gak sendirian ( merayu rumi sambil memegang tangan rumi )

Rumi : oke oke, udah yuk daftar!!!

Fire : sekarang???

Rumi : astagfirullah temen ku, mangkanya hp nya di lihat bener bener kan disitu bilangnya besok lusa jam 8, beosk lusa jam 8

Fire : oh okeh, jemput aku ya!

Rumi : oke ( muka kesal )

Fire : makasih cantik ( senang )

7.       SCENE 7 ( EXT, depan rumah fire )

Rumi : fireeeee ( berteriak memanggil fire dan mengklakson motor berkali kali )

Fire : yaaaa ( berteriak dari dalam rumah sambil berlari ke luar )

Rumi : ayok cepet!!!

Fire : jangan teriak teriak tetangga ku marah nanti

Rumi : lah kamu lelet banget

Fire : ya ampun ini masih jam setengah tujuh loh, kan disuruhnya jam 8

Rumi : lah kamu gak mau ketemu sam kak ren pagi pagi??

Fire : oh ya yah, okeh ayok berangkat ( naik ke atas motor dengan bahagia )

Rumi : heh kalau tentang kak ren aja semangat banget

Fire : ya ya lah

Rumi : udah sarapan belum??

Fire : tumben tanya, belum tadi mau sarapan kamu udah teriak teriak depan rumah

Rumi : sarapan dulu yok!!!

Fire : heh, kamu  ngajak aku berangkat pagi pengen sarapan dulu ternyata

Rumi : hehehe yah, yuk sarapan dimana nih dah laper banget ini

Fire : terserah kamu deh aku kan di traktir jadi yah ngikut aja hehe

Rumi : heh enggak kata siapa aku mau nraktir kamu

Fire : heh yaudah deh aku bayar sendiri

8.       SCENE 8 ( EXT, rumah makan )

Rumi : kamu mau makan apa??

Fire : aku bubur ayam aja deh

Rumi : minumnya ??

Fire : gak usah, aku bawak minum sendiri

Rumi : okeh, buk saya beli bubur ayam 2 teh hangat 1

Ibuk : ya, ditunngu ya

Fire : kamu beli bubur ayam juga, tiru triu aja deh ( berjalan ke tempat duduk )

Rumi : yah pilih yang murah, kan sekarang jadi mahasiswa jadi harus berhemat

Fire : oh ya kamu kan kere yah

Rumi : ihhh ( kesal )

Fire : maap maap bercanda ( memmukul rumi )

Ibuk : ( memberi makanan )

Fire dan rumi : makasih buk

Ibuk : ya

( fire dan rumi makan bubur ayam tersebut, selesai makan fire dan rumi langsung bergegas ke kampus )

9.       SCENE 9 ( EXT,  halaman, kampus, jam 7.45 )

Rumi : kelas yang mana nih??

Fire : lah mana ku tahu

Rumi : tanya aja yuk daripada telat buat cari kelasnya

Fire : yah, tapi tanya siapa??

Rumi : tuh ada kating, tanya aja

Fire : permisi kak mau tanya kelas buat daftar BEM dimana yah??

Kating : oh mau daftar yah, sini aku tunjukin

Fire dan rumi : iya kak ( mengikuti kating ke kelas )

Kating : itu kelasnya langsung masuk aja

Fire : yah makasih kak

( Fire dan rumi masuk kelas )

10.   SCENE 10 ( INT, dalam kelas )

( fire dan rumi mencari tempat duduk )

Kak ren : assalamualaikum wr wb. Teman teman untuk pendaftaran nya Cuma butu nama lengkap dan ktp, setelah ini di bagikan kertas ujiannya

Fire, rumi dan mahasiswa lainyya : ( mengerjakan ujian )

( satu jam kemudian ujian sudah selesai )

11.   SCENE 11 ( EXT, lorong kampus )

Fire : astagfirullah semoga aja aku lulus, aku gak fokus sama sekali, pikiran ku nge blank

Rumi : lah kenapa, aku sih biasa aja

Fire : aku gak fokus gara gara ujinnya di awasin sama kak ren

Rumi : astagfirullah teman ku

Fire : eh btw tadi kak ren ganteng banget yah??

Rumi :yah ganteng ( muka datar )

Fire : tapi inget yah kak ren punya aku

Rumi : eh emeng kamu siapanya udah ngaku ngaku gitu, udah ayok cepet pulang dah capek aku mendengarkan halu mu

Fire : ih jahat banget namanya juga berharap kalau kejadiankan alhamdulillah

Rumi : yaudah ayok ( menarik tangan fire )

12.   SCENE 12 ( EXT, parkiaran kampus )

Fire : rum ( sambil memakai helm )

Rumi : apa ?

Fire : jalan jalan dulu yuk!!

Rumi : kemana??

Fire : yah terserah, namanya juga jalan jalan

Rumi : enggak ah habisin bensin aja

Fire : aku beliin deh bensinya

Rumi : beneran yah???

Fire : yah beneran

Rumi : okeh, yuk

Fire : yeay, ( naik keatas motor )

Fire : lets go ( berteriak )

Rumi : jangan teriak malu dilihatin orang

Fire : oh okeh yaudah ayuk

13.   SCENE 13 (INT, sore,kosan rumi)

Fire : assalamualaikum rum, rumiiiii

Rumi : lah kamu ngapain kesini??? ( muka kebingungan )

Fire : aku nih salam jawab dulu lah

Rumi : oh yh waalaikumsalam

Fire : nah gitu dong, orang salam itu wajib dijawab

Rumi : ya ya, nah sekarang aku tanya kamu kesini ngapain???

Fire : aku nggak diajak masuk dulu nih???

Rumi : oh ya, ayo masuk anak cantik

Fire : makasih ( masuk ke kosan rumi )

Fire : nah aku kesini mau bilang ke kamu kalau besok itu kita harus ke kampus buat lihat hasil masuk BEM itu

Rumi : lah kamu kan bisa nge chat aku, ngapain jauh jauh kesini

Fire : gak papa aku pengen ke kosan kamu aja, nih makan aku bawain seblak buat kamu

Rumi : ah makasih cantik, emang kamu teman ku yang paling cantik

Fire : heleh, kalau dibawain makanan aja, aku dipuji puji, yaudah nik makan cepet nanti dingin

Rumi : okeh, aku ambilin mangkok sama sendoknya dulu yah ( senang, pergi ke dapur mengambil mangkok dan sendok )

14.   SCENE 14 ( INT,pagi, Kesokan harinya, kosan rumi )

Rumi : hah, akhirnya datang juga, lah kamu gak bawa apa apa

Fire : nih ya kemarin habis dibawak in seblak, sekarang malah nya lagi ( muka kesal )

Rumi : oh yah maap maap, nanti aku deh yang beliin kamu, gantian

Fire : nah gitu dong, oh yah pegumuman nya itu jam berapa???

Rumi : nanti jam 10 masih lama, yaudah yuk kita beli jajan dulu

Fire : Yaudah ayuk ( berangkat  membeli makanan )

15.   SCENE 15 ( INT, kosan rumi )

Fire : eh rum, aku deg degan banget ini, semoga aja kita lolos jadi BEM

Rumi : iyah amiiiin, aku juga deg degan

Fire : ini kapan sih di kasih link nya, katanya jam 10 tapi udah jam 10 lebih masih belum di kirim

Rumi : yaampun sabar masih lebih 3 menit ini ( tiba tiba hp rumi dan fire berbunyi )

Rumi : hah tuh pasti link nya, yuk dilihat

Fire : Hah iyah rum yuk dilihat ( bersemngat melihat hp )

Fire : ( memegang erat hpnya ) deg deg an banget sumpah tapi kalau gak di bukak penasaran

Rumi : lah ayok dibukak, lah percuma kalau gak di buka, kalau kamu lulus tapi kamu gak tahu gimana

Fire : eh jangan yaudah yuk ayok di lihat, 1 2 3 ( menekan link dengan hati hatiber sama sama dengan rumi )

Rumi : ayok, re aku lolos, kamu gimana lolos juga kan?? ( senang )

Fire : ( muka sedih, menghela napas panjang )

Rumi : ( memegang tangan fire ) kamu......

Fire : ( menyaut kalimat rumi ) aku lolos ( berteriak senang )

Rumi :  ( memukul lengan fire ) ih kamu, kirain gak lolos bikin jantungan aja

Fire : maap ( tersenyum )

Rumi : yaudah gak papa yang penting kita lolos ( memegang tangan fire, senang )

Fire : yeay kita lolos ( berteraik senang )

Rumi : bentar bentar, lah trus kita ngapain sekarang?? ( muka kebingungan )

Fire : yah kita nungguin gimana informasi selanjutnya

Rumi : okeh ( lanjut senang )

                Setelah beberapa bulan kemudian rumi dan fire sudah sibuk dengan kuliah masing masing dan kegiatan BEM mereka, rumi terpilih sebagai menteri analisis isu strategidan fire terpilih sebagai menteri sekretaris kabinet, dengan fire terpilih sebagai menteri sekretaris kabinet di BEM fire menjadi akrab dengan kak ren, menjadi banyak meluangkan waktu bersama saat di kampus, karena itu fire menjadi lebih mencintai kak ren, akhirnya dengan fikir yang panjang dan menyakinkan diri beribu ribu kali fire memberanikan diri menyatakan cintanya kepada kak ren

16.   SCENE 16 ( INT, sore, kamar fire )

( menelpon rumi )

Fire : rum gimana ini, aku harus apa?? ( menanyakan pendapat kepada rumi )

Rumi : ya kamu harus nyatain perasaanmu secepatnya, aku dukung kamu kok, kamu itu bnayak saingannya, banyak yang suka sama kak ren di kampus ini

Fire : yah sih, tapi aku kan perempuan masak aku yang nyatain perasaanku duluan

Rumi : udah gak papa yang penting kamu yakin sama perasaan kamu, kamu kan udah suka sama kak ren sejak SMA percuma banget kalo gak kamu nyatain, apalagi kamu kan sekarang deket sama kak ren peluang kamu itu lebih deket

Fire : tapi rum gimana yah

Rumi : udah kamu harus bilang kak ren, sekarang bilang ke kak ren  kalau kamu mau ketemu sama dia

Fire : oh okeh, makasih ya rum kamu udah nyakinin aku, tapi kalo aku di tolak gimana?

Rumi : udah gak penting mikirin itu sekarang yang penting bilang dulu, nanti aja dipikirin ditolak apa enggaknya, okeh aku matiin yah telponnya bye semngat fire

Fire : eh tapi...

( kemudian fire pun memberi pesan ke kak ren )

Fire : assalamualaikum kak, apa kak ren ada waktu saya ada yang mau fire sampaikan ke kakak

Beberapa menit kemudian kak ren pun menjawab pesan dari fire

fire : ( menunggu cemas ) huh semoga aja di kak ren ada waktu

beberapa menit kemudian kak ren menjawab pesan dari fire

fire : hah pesan dari kak ren ( kaget, langsung mengambil hp nya )

pesan dari kak ren  :

kak ren : waalaikumsalam, ya saya ada waktu, pas banget saya juga ada perlu sama kamu, gimana kalo minggu sore di cafe nusantara???

Fire : ( membaca pesan kak ren ) ada perlu sama aku, ngapain?? ( kebingungan ) ah kayaknya urusan BEM yaudah gak papa biar nanti nggak canggung banget

( menjawab pesan dari kak ren )

Fire : yah kak

17.   SCENE 17 ( INT, depan cermin kamr fire, sore sebelum ke kafe )

Fire : bismillah fire kamu pasti bisa, bener kata rumi aku harus yakin (menyakinkan diri di depan cermin)

Fire : okeh ayok berangkat ( membawa tasnya dan berangkat )

18.   SCENE 18 ( EXT, sore, cafe )

( sesampainya di cafe fire tidak langsung masuk, fire diam terpatung di depan cafe sembari melihat kak ren yang sudah ada didalam cafe menunggu fire datang )

Fire : hah ( kaget ) kak ren udah sampek, apa aku harus bilang ke kak ren? ( di dalam hati )

Kak ren : firee disini ( memanggil fire dari dalam cafe sambil melambaikan tangan )

Fire : ( tersadar dari lamunannya ) ya aku harus ngomong ke kak ren ( masuk cafe dengan percaya diri )

19.   SCENE 19 ( INT, cafe sore )

Fire : maaf kak ren aku telat, kak ren udah nunggu lama? ( duduk di kursi kafe )

Kak ren : enggak kok, aku juga baru sampek tures kamu juga sampek

Fire : oh ( canggung ) kenapa jadi canggung sih, biasanya kalo di kampus kan biasa aja, kenapa sekarang jadi canggung ( dalam hati )

Kak ren : fire mau pesen apa???

Fire : eh ( melihat menu ) ehm yang ini aja deh kak

Kak ren : oh okeh, oh yah katanya kamu ada yang mau kamu omongin ke aku, apa ?

Fire : ehm kak ren dulu aja deh, kan kak ren katanya juga ada perlu sam fire

Kak ren : oh yaudah kalo gitu ( mengelurkan sesuatu dari tasnya ) nih buat kamu(memberikannya kepada fire)

Fire : ini apa kak ?? ( kebingungan )

Kak ren : udah liat aja dulu

Fire : oh ya ( membuka ) hah ini undangan??

Kak ren : ya ( muka senang )

Fire : ini undangannya kakak?? ( sambil membaca undangan dan menyakinkan diri kalau itu bukan undangan pernikahan kak ren )

Kak ren : ya

Fire : selamat yah kak, aku pasti dateng ke pernikahan kak ren aku janji

Kak ren : yah harus dateng, ajak rumi sekalian yah

Fire : ya kak rumi pasti aku jak juga, kak aku pamit dulu yah

Kak ren : loh kenapa, minumanya belum kamu minum ini

Fire : ehm gak papa buat kak ren aja, aku lupa kalo ada keperluan ( beranjak dari duduknya dan cepat2 keluar dari cafe)

Kak ren : oh hati hati yah fire

Fire : yah kak maksih ya ( mata berkaca kaca )

20.   SCENE 20 ( EXT, depan kosan rumi )

Fire : assalamualaikum rum rumiii ( mengedor gedor pintu kosan rumi sambil menangis )

Rumi : ( membuka pintu kosannya dan kaget apa yang ia lihat ) ya ampun fire kamu kenapa, ayo masuk ( menggandeng fire masuk kedalam )

Fire : ( menangis sambil memluk rumi )

Rumi : kenapa kamu nangis kayak gini kamu habis ngapain ??? ( panik )

Fire : ( menangis lebih keras lagi )

Rumi : oh okeh kamu nangis aja dulu plongin dulu hati kamu trus nanti baru cerita ke aku ( menepuk punggung fire )

( beberapa menit kemudian )

Fire : rum, kak ren ( dengan nada yang masih tersendat sendat )

Rumi : kak ren kenapa ?

Fire : kak ren rum ( menangis )

Rumi : Okeh okeh nangis lagi aja gak papa

Fire : enggak aku gak boleh nangis aku harus bilang ini kekamu ( menyeka air mata nya dengan tissu )

Rumi : okeh

Fire : ( mengeluarkan undangan dari tas fire ) ini lihat ( memberikannya kepada rumi )

Rumi : ( melihat kaget ) ini apa, jangan bilang kalo....

Fire : ya, itu undangannya kak ren, kak ren menikah ( kembali menangis dan memeluk fire )

Rumi : ( menepuk punggung fire dan masih terdiam karena syok )

Fire :  ( menangis di pelukan rumi )

Rumi : ( mencoba menenangkan diri ) udah gak papa, kamu harus tenangin diri dulu ( melepaskan pelukan fire ), sekarang tarik nafas dalam dalam terus keluarin pelan pelan

Fire : ( melakukan apa yang di katakan rumi )

Rumi : gimana udah lumayan ??

Fire : ( menganggukan kepala ) hm

( beberapa minggu kemudian, fire sudah mulai bisa mengikhalskan apa yang terjadi meskipun masih sering bertemu kak ren di kampus )

21.   SCENE 21 ( INT, kosan rumi, siang, sepulang dari kampus )

Fire : rum gimana ini?? ( muka sedih )

Rumi : kenapa, apa nya yang gimana ?? ( muka panik )

Fire : besok lusa, gimana ?

Rumi : besok lusa ( mengingat ingat ), oh, astagfirullah hal adzim

Fire : aku udah janji ke kak ren kalo aku mau dateng

Rumi : yah kamu harus dateng, kak ren gak boleh tahu kalo kamu pernah suka sama kak ren, kalo kamu udah janji tapi kamu gak dateng malah bikin kak ren curiga

Fire : aku juga penasaran sama orang yang beruntung di nikahi sam kak ren

Rumi : mangkanya kamu harus dateng

Fire  : yah, tapi kamu juga harus ikut sama aku yah

Rumi : yah aku ikut kamu kok, tenang aja

Fire : kamu jemput aku yah

Rumi : yah aku jemput kamu

22.   SCENE 22 ( EXT, depan rumah fire, sore )

Rumi : ayok fire keburu malem ( masih duduk di atas motor )

Fire : ( diam mematung sambil menundukkan kepala di teras rumah )

Rumi : astagfirullah hal adzim anak ini ( turun dari motor dan menarik tangan fire ) kamu harus move on fire kamu gak boleh kayak gini

Fire : oh okeh ( naik ke atas motor )

23.   SCENE 23 ( EXT, sore, gedung pernikahan kak ren )

( fire dan rumi memasuki gedung )

Fire : rum kita gak usah lama lama disini yah

Rumi : yah, sekarang kita langsung ke kak ren, terus ayo makan dan langsung pulang, gimana??

Fire : yah gak papa ( melangkah maju ke kak ren dengan ragu ragu )

Rumi : ayok fire ( menarik tangan fire )

Fire : ( dalam hati ) aku harus kuat, aku gak boleh nangis, aku haru bisa move on, jika aku gak jodoh sam kak ren pasti allah udah nyiapin seseorang yang lebih baik buat aku, ayo fire kamu pasti bisa ( menyakinkan diri )

Rumi : selamat yah kak semoga sakinah mawaddah warohmah

Fire : selamat kak ren, semoga sakinah mawaddah warohmah ( lanjut ke penganti perempuan )

Kak ren : yah makasih yah fire

Fire : selamat yah kak ( memeluk ) ya allah aku harus kuat ( dalam hati ) ( melepaskan pelukannya sambil tersenyum manis lalu meninggalkan tempat dengan tertekan )

Rumi : ( melihat ke arah fire dan tersadar bahwa fire tertekan, menghampiri fire dan menggandeng tangan fire ) re mau makan apa nih aku udah lapar nih ( mencairkan suasana )

Fire : ehm, bakso aja gimana??

Rumi : boleh juga, yuk

( setelah kejadian itu fire mencoba melupakan perasaannya kepada kak ren dengan menyibukkan diri memfokuskan kuliahnya dan senatiasa beribadah kepada allah )